Citra Terbaru NASA [Bukti Manusia Pernah Mendarat Di Bulan - Bukan Berita HOAX]
Para penyebar teori konspirasi
sering memperdebatkan benar tidaknya manusia sudah pernah menginjakkan
kaki di Bulan. Mereka mengatakan bahwa pendaratan manusia di Bulan hanyalah hoax belaka.
Cuma akal-akalan Amerika saja. Foto-foto pendaratan itu juga dianggap
palsu. Namun, citra terbaru yang ditangkap wahana antariksa Lunar
Reconaissance Orbiter baru-baru ini menjadi salah satu pendukung untuk
menolak dugaan hoax tersebut.
Lunar Reconaissance Orbiter menyuguhkan
3 gambar wilayah yang pernah menjadi lokasi pendaratan misi Apollo di
Bulan. Di dalam gambar ini juga tampak jalur yang dilalui astronot
ketika menjelajah Bulan. Salah satunya adalah jejak pendaratan Apollo
17. Rute yang ditinggalkan astronot Eugene Cerman dan Harrison Schmitt
terlihat jelas. Ada jejak kaki
yang bisa dilihat serta dibedakan dengan jelas dari jejak rute. Karena
mengenal kendaraan yang dipakai dalam misi ke Bulan, astronot Mark
Robinson mengatakan bisa terlihat dengan jelas bahwa roda yang digunakan
sedikit berbelok ke kiri.
TrES 2-b, Planet Terhitam yang Pernah Ditemukan !!!
Para astronom berhasil menemukan planet
yang berwarna hitam, kehitamannya mungkin lebih dibandingkan dengan
arang. Planet yang diberi nama TrES 2-b ini merupakan bola gas raksasa
seukuran planet Jupiter di sistem tata surya kita. Planet inidideteksi
untuk kali pertama pada tahun 2006 oleh Trans Atlantic Exoplanet Survey
(TReS). Planet ini hanya mampu merefleksikan cahaya bintangnya kurang
dari 1%, TrES-2b bahkan kurang reflektif dari cat akrilik hitam.
TrES-2b mengorbit bintang
GSC 03549-02811 yang terletak pada jarak 750 tahun cahaya dari Bumi,
tepatnya di konstelasi Draco. Jarak TrES-2b dengan bintangnya sangat
dekat, hanya 5 juta kilometer. Bandingkan dengan jarak Bumi-Matahari
yang mencapai 150 juta kilometer.
Ngeri, Ledakan Matahari Sanggup Menelan Bumi
Komet (Beberapa Komet Yang Pernah Terlihat Dari Bumi)
Komet adalah benda
angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas
(karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Komet memiliki
orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang
daripada orbit planet. Komet yang cerah pastinya menarik perhatian
ramai.
Ciri fisik
Ketika komet menghampiri bagian-dalam
Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya
menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang
besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat
tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah
ekor raksasa yang menjauhi matahari.
Coma dan ekor komet membalikkan cahaya
matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor
komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut
dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak
berekor.
Ciri orbit
Komet bergerak mengelilingi matahari
berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet
dibedakankan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek
adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah
lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet adalah elips.
coma adalah daerah kabut yang di sekeliling inti komet.
Komet Halley
Komet Halley adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Read the rest of this entry »
Asteroid Belt (Sabuk Asteroid)
Sabuk asteroid adalah
bagian Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan
Jupiter. Daerah ini dipenuhi oleh sejumlah objek tak beraturan yang
disebut asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid disebut juga sebagai
sabuk utama (main belt) untuk membedakan dari konsentrasi planet kerdil lainnya di dalam sistem tata surya, seperti Sabuk Kuiper dan scattered disc.
33 Nama Ilmuwan Yang Berjasa Dibidang Astronomi
Anaximander (610-546 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang sering
disebut sebagai “Bapak Ilmu Astronomi”. Ia menganggap bentuk Bumi
sebagai silinder dan angkasa berputar tiap hari mengelilinginya.
Aristharkus (abad ke-3 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang percaya bahwa
Matahari adalah pusat alam semesta. Ia orang pertama yang menghitung
ukuran relatif Matahari, Bumi dan Bulan. Ia menemukan bahwa diameter
bulan lebih dari 30% diameter Bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya
yaitu 0,27 kali diameter bumi). Ia juga memperkirakan bahwa Matahari
memiliki diameter 7 kali diameter Bumi. Ini kira-kira 15 kali lebih
kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini.
Aristoteles (384-322 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang percaya bahwa
Matahari, Bulan dan planet-planet mengitari Bumi pada permukaan
serangkaian bola angkasa yang rumit. Ia mengetahui bahwa Bumi dan Bulan
berbentuk bola dan bahwa bulan bersinar dengan memantulkan cahaya
Matahari, tetapi ia tak percaya bahwa Bumi bergerak dalam Antariksa
ataupun bergerak dalam porosnya.
James Bradley (1693-1762)
Seorang ahli astronomi Inggris yang
menemukan penyimpangan yang disebut Aberasi Sinar Cahaya di tahun 1728,
yaitu bukti langsung pertama yang dapat diamati bahwa Bumi beredar
mengelilingi Matahari. Dari besarnya penyimpangan ia menghitung
kecepatan cahaya sebesar 295.000 km/dt. Hanya sedikit lebih kecil dari
nilai sebenarnya (299.792,4574 km/dt, US National Bureau of Standards).
Tycho Brahe (1546-1601)
Seorang ahli astronomi Denmark, dipandang
sebagai pengamat terbesar di zaman pra-teleskop. Dengan memakai alat
bidik sederhana, Brahe mengukur posisi planet dengan ketelitian yang
lebih besar dari siapapun sebelumnya. Hal ini memungkinkan asistennya,
Johannes Kepler untuk memecahkan hukum gerakan planet.
Nicolaus Copernicus (1473-1543)
Seorang ahli astronomi Polandia yang
mencetuskan pandangan bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta sebagaimana
pandangan umum pada masanya, melainkan mengitari Matahari seperti
planet lainnya. Pola berani ini disajikan dalam bukunya Mengenai
Perkisaran Bola-Bola Angkasa yang terbit ditahun wafatnya. Polanya itu
lebih memudahkan penjelasan tentang gerakan planet sesuai pengamatan.
teorinya didukung oleh pengamatan Galileo dan dibenarkan oleh
perhitungan Johannes Kepler Read the rest of this entry »
Tentang Cahaya
Pembiasan cahaya
Cahaya dibiaskan apabila bergerak miring
melalui medium yang berbeda seperti dari udara ke kaca lalu melewati
air. Keadaan ini disebut sebagai pembiasan cahaya. Hal ini karena cahaya
bergerak lebih cepat di medium yang kurang padat. Namun cahaya yang
datang dengan sudut datang 90 derajat, (tegak lurus) melalui medium yang
berbeda tidak dibiaskan. Contoh hal pembiasan dalam hal sehari-hari
adalah seperti pada kasus sedotan minuman yang kelihatan bengkok dan
lebih besar di dalam air, atau pada kasus dasar kolam kelihatan lebih
dangkal dari kedalaman sebenarnya.
Pantulan cahaya bergantung kepada jenis permukaan
Citra dapat dilihat di dalam cermin
karena ada pantulan cahaya. Pantulan cahaya itu lebih baik dan teratur
pada permukaan yang rata. Pantulan cahaya agak kabur pada permukaan yang
tidak rata. Cermin dan permukaan air yang jernih serta tenang adalah
pemantul cahaya yang baik. Ini membuat kita dapat melihat wajah dan
badan kita di dalam cermin.
Read the rest of this entry »
Dark Energi (Energi Gelap)
Dua bentuk energi gelap yang diusulkan
adalah konstanta kosmologi, suatu energi yang kerapatannya tetap dan
secara homogen mengisi ruang, dan quintessence, suatu medan dinamis yang
kepadatan energinya dapat berubah dalam ruang dan waktu. Membedakan
antara keduanya memerlukan pengukuran berketelitian tinggi dari
pengembangan alam semesta untuk dapat mengerti bagaimana kecepatan
pengembangan berubah terhadap waktu. Laju pengembangan ini bergantung
pada parameter persamaan keadaan kosmologi. Mengukur persamaan keadaan
dari energi gelap adalah salah satu usaha besar dalam kosmologi
observasional.
Variasi Matahari (Siklus 11 Tahunan)
Variasi dalam total solar irradiance
(TSI) sebelumnya tidak dapat diukur atau dideteksi hingga era
penggunaan satelit, walaupun sebagian kecil panjang gelombang
ultraviolet bervariasi beberapa persen. Output total matahari yang telah
diukur (selama 3 kali periode siklus bintik hitam 11-tahunan)
menunjukkan variasi sekitar 0,1% atau sekitar 1,3 W/m2 dari
maksimum ke minimum selama siklus bintik hitam 11-tahunan. Jumlah
radiasi matahari yang diterima permukaan luar atmosfer Bumi sedikit
bervariasi dari nilai rata-rata 1366 watt per meter persegi (W/m2).
Hukum Hubble
Hukum Hubble
adalah salah satu hukum dalam astronomi yang menyatakan bahwa pergeseran
merah dari cahaya yang datang dari galaksi yang jauh adalah sebanding
dengan jaraknya. Hukum ini pertama kali dirumuskan oleh Edwin Hubble
pada tahun 1929.
Jika kita menganggap bahwa pergeseran
merah ini disebabkan oleh efek Doppler di mana galaksi menjauhi kita
maka hal ini membawa kita pada suatu gambaran tentang alam semesta yang
mengembang dan, dengan melakukan ekstrapolasi waktu ke belakang, kita
sampai pada teori dentuman dahsyat atau Big Bang. Hubble membandingkan
jarak ke galaksi dekat dengan pergeseran merah mereka, dan menemukan
hubungan yang linear. Perkiraannya tentang suatu konstanta perbandingan
ini dikenal dengan nama konstanta Hubble (dan sekarang
juga dikenal sebagai “parameter Hubble” karena ternyata hal ini bukanlah
sekedar konstanta, melainkan suatu parameter yang tergantung pada waktu
yang menandakan perluasan alam semesta yang dipercepat), sebenarnya
meleset dengan faktor 10. Lebih jauh lagi, jika seseoarang menggunakan
pengamatan Hubble yang asli dan kemudian memakai jarak yang paling
akurat dan kecepatan yang sekarang diketahui, ia akan memperoleh suatu
grafik scatter plot yang acak tanpa hubungan yang jelas antara
pergeseran merah dengan jarak. Sekalipun demikian, hubungan yang hampir
linear antara pergeseran merah dan jarak dikuatkan oleh pengamatan
setelah Hubble. Hukum ini dapat dinyatakan sebagai berikut:
Selubung Magnetosfer Pelindung Bumi (Geomagnetic Field)
Magnetosfer Bumi terjadi disebabkan oleh
inti Bumi yang tidak stabil. Molekul di dalam inti Bumi (yang umumnya
berwujud ion) selalu bergerak dengan sangat cepat karena suhu dan
pengaruh medan gravitasi, menimbulkan arus listrik yang menciptakan
medan magnet raksasa yang disebut magnetosfer.
Black Hole (Misteri Lubang Hitam)
Teleskop Raksasa Luar Angkasa “Hubble”
Sejarah
Pada tahun 1962, Akademi Sains Nasional Amerika merekomendasikan untuk membangun sebuh teleskop angkasa raksasa. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1977, kongres mulai menugumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada tahun yang sama pula, pembuatan teleskop angkasa Hubble segera dimulai.
Konstruksi teleskop Hubble, berhasil diselesaikan pada tahun 1985. Hubble di’angkasakan’ untuk pertamakalinya pada tanggal 25 April 1990. Padahal, Hubble direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun 1986. Tetapi, pengoperasiannya ditunda sementara karena bencana Pesawat Angkasa Challenger . Beberapa tahun setelah dioperasikan, Hubble mengirim gambar yang buram dan tidak jelas. Pada akhirnya NASA menemukan bahwa lensa pada teleskop tersebut bergeser sebanyak 1/50 ketebalan rambut manusia! Pada bulan Desember 1993, Pesawat Ulang-Alik Endeavor, dikirim untuk memodifikasi Hubble dengan menambahkan kamera baru untuk memperbaiki kesalahan pada lensa primernya. Read the rest of this entry »
SUPERNOVA (Ledakan Bintang Maha Dahsyat)
Energi
yang dipancarkan oleh supernova amatlah besar. Bahkan pancaran energi
yang dipancarkan saat supernova terjadi dalam beberapa detik saja dapat
menyamai pancaran energi sebuah bintang dalam kurun waktu jutaan hingga
miliaran tahun. Pancaran energi supernova dapat dihitung berdasarkan
sifat-sifat pancaran radiasinya.
Supernova biasa terjadi dikarenakan habisnya usia suatu bintang. Saat bahan-bahan nuklir pada inti bintang telah habis, maka tidak akan dapat terjadi reaksi fusi
nuklir yang merupakan penyokong hidup suatu bintang. Dan bila sudah
tidak dapat dilakukan fusi nuklir ini, maka bintang akan mati dan
melakukan supernova.
Jenis-jenis SupernovaBerdasarkan pada garis spektrum pada supernova, maka didapatkan beberapa jenis supernova :
- Supernova Tipe Ia
- Supernova Tipe Ib/c
- Supernova Tipe II
- Hipernova
Berdasarkan pada sumber energi supernova, maka didapatkan jenis supernova sebagai berikut.
- Supernova Termonuklir (Thermonuclear Supernovae)
- Berasal dari bintang yang memiliki massa kecil
- Berasal dari bintang yang telah berevolusi lanjut
- Bintang yang meledak merupakan anggota dari sistem bintang ganda.
- Ledakan menghancurkan bintang tanpa sisa
- Energi ledakan berasal dari pembakaran Karbon (C) dan Oksigen (O)
- Supernova Runtuh-inti (Core-collapse Supernovae)
- Berasal dari bintang yang memiliki massa besar
- Berasal dari bintang yang memiliki selubung bintang yang besar dan masih membakar Hidrogen di dalamnya.
- Bintang yang meledak merupakan bintang tunggal (seperti Supernova Tipe II), dan bintang ganda (seperti supernova Tipe Ib/c)
- Ledakan bintang menghasilkan objek mampat berupa bintang neutron ataupun lubang hitam (black hole).
- Energi ledakan berasal dari tekanan.
Suatu bintang yang telah habis masa hidupnya, biasanya akan melakukan supernova. Urutan kejadian terjadinya supernova adalah sebagai berikut.
- Pembengkakan
- Inti Besi
- Peledakan
- Pelontaran
Dampak dari Supernova
Supernova memiliki dampak bagi kehidupan di luar bintang tersebut, di antaranya:
- Menghasilkan Logam
- Menciptakan Kehidupan di Alam Semesta
Sumber : Wikipedia, google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar